Crane21crane's website

Our website

08
Ma
Belajar Analisa Prediksi di Dalam Pertandingan Sepak Bola
08.03.2017 01:05

Saat menonton pertentangan sepakbola pada layar muka kita acap disajikan aksi tebak skor yang dikerjakan para empu. Walau menarik, saya bukan percaya tumbuk skor merupakan sesuatu yang seharusnya dilakukan.

Kalau setimbal untuk fun and games bolehlah, tetapi tentu gak perlu dianggap serius sebab tidak ada pendek logika yang cukup untuk menebak skor akhir satu buah pertandingan.

Bertentangan dengan menebas siapa kru yang mau menang -- atau kalau pertandingan akan berakhir dengan seri. Mereka seperti itu lumrah saja dikerjakan, walau dalam akhirnya bola itu bundar sehingga pemimpin pun acap kali cela diprediksi. Apa sebab? Karena ada tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui vokal ini hamba akan dukung beberapa trik membuat bayangan yang masuk. Bukan berarti saya terus-menerus benar dalam memprediksi satu buah pertandingan. Pasti lah tidak, walau dengan sedikit berbangga (sediiiikit saja) hamba memiliki rekor kebenaran dugaan yang sedang tinggi: hitung panjang 3 atas 4 antisipasi saya setara kenyataan.

Dua bulan pra terjadi, abdi memprediksi mau terjadi All German kesimpulan di Perhubungan Champions. Dalam final, dikategorikan di depan beribu-ribu warga Surabaya yang membanjiri sebuah programa nonton bareng, saya menenung Bayern Munich akan menggulung Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben guna penentu penguasaan. Sebelum tersebut saya juga meyakini jika Atletico Madrid akan merajin Copa Del Rey. Buncit, saya memperkirakan Belanda akan mengalahkan Nusantara dengan skor 3-0.

Yang ingin aku tekankan di sini adalah; antisipasi bisa sah bisa salah, tapi yang penting satu buah prediksi telak harus memiliki dasar pikiran atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, sebuah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, sebuah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang resmi maka faktor keberuntungan mengecil. Siapa pemenangnya tetap pula tidak sanggup diprediksi secara 100%, lagi pula prediksi menyerempet skor pucuk. Akan tetapi, presentase kemungkinan ketelitian prediksi meningkat tajam.

Abdi ajak Anda untuk menyelidiki beberapa bayangan terakhir aku guna menceritakan beberapa prinsip penting yang saya serius akan berguna bagi Anda saat mengira memprediksi festival.

Di antara perkiraan yang beta sebut pada atas, kesaksamaan soal Atletico saya akui beruntung [karena tendangan Real Madrid berkali-kali menyerempet mistar tiang Atletico]. Walau demikian terselip logika dalam belakang dugaan tersebut: Atletico juara walaupun Real Madrid jauh lebih berkualitas. Media masa menyatakan ketidakrukunan tokoh Madrid dengan pelatihnya, Jose Mourinho, & bahkan ketidakrukunan di antara pemain sendiri.

Dari media asing saya menelan kabar jika Ronaldo dan Mourinho juga tidak sesuai (berita mengenai hal ini baru terserondok di Nusantara beberapa tenggat lalu). Guna pelatih beta paham sahih arti keragaman tim di dalam dan dalam luar tanah lapang dan dampaknya bagi prestasi tim. Hal ini disematkan faktor Falcao yang lumayan on fire, yang membuat saya degil memilih Atletico sebagai pemimpin.

Tips perkiraan 1: Pertimbangkan suasana di dalam tim, terutama saat satu turnamen berlaku di mana pemain mesti terus molek tanpa mampu menghindari rekan-rekannya.

Tip antisipasi 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung atau saat festival cup, kemonceran striker begitu menentukan. Saat pertandingan perkongsian kualitas poin panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta segala elemen kru lainnya. Ketika laga cup/turnamen kemonceran striker lebih menjadikan, walau kekuatan keseluruhan kru juga harus dipertimbangkan.

Saat memprediksi penguasaan Belanda 3-0 atas Indonesia saya mengikuti hati nurani. Dengan subjektif beta membela Indonesia tentunya. Akan tetapi, saat memakai kacamata bertato objektivitas, aku semua tetap setuju jika Belanda jauh di bagi Indonesia. Dan lalu mengapa bukan memprediksi skor akhir yang lebih nyata? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat adapun Indonesia hendak bermain maksimum gairah, sehingga akan sanggup mereduksi pertarungan kualitas. Maka, skor tipis atau besar bisa saja diprediksi dengan sound logic -- akan tetapi kebenaran skor akhir yang spesifik, yaitu 3-0, merupakan keberuntungan semata.

Tips antisipasi 3: Hindari membela satu tim tatkala membuat dugaan. Kita mampu selalu berhajat tim tambatan hati kita unggul, tapi ketika membuat perkiraan tentu logika harus diutamakan di untuk fanatisme hati.

Saya tersenyum saat membaca di satu media masa tentang persamaan-persamaan final Persatuan Champions tahun ini beserta tahun 1997 saat Dortmund menjadi spesialis terakhir kali. Banyak pembaca saya serius terpancing untuk memprediksi penguasaan Dortmund menurut fakta-fakta tersebut. Mereka meleng bahwa fakta-fakta tersebut merampok dan benar-benar benar adanya, namun gak memiliki kolerasi apapun dengan pertandingan pucuk Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah bukti dengan fakta yang lain ialah salah satu tiruan dari sekian banyak orang fallacy of logic.

Trik prediksi 4: Jangan terpancing para pewarta yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang sifatnya sebatas entertainment (menarik), akan tetapi dijual seakan akan gesit menjadi mintakat membuat satu buah prediksi festival.

Dalam tulisan yang sama statistik pertandingan jurang Dortmund vs Bayern juga dimunculkan muncul bertahun-tahun ke belakang. Karena sejarah statistik Dortmund memang megah saat menentang Bayern, besar yang kemudian menilai BVB akan sanggup mengalahkan Bayern di kesimpulan Eropa. Hal ini jahat. Mengapa? Sebab statistik masa "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan masa kini. Statistik asal musim pula biar tidak bisa dengan rambang menjadi tonggak. Perkembangan ke-2 tim mulai pertemuan belakang perlu dipertimbangkan.

Tips prediksi 5: Manfaatkan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Engkau pada statistik pertandingan renggangan kedua menyunggi yang paling dekat dengan saat ini. Kecuali itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan performa permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) kedua tim secara keseluruhan (melawan siapa saja), untuk masa akhir-akhir ini saja.

Karena perkiraan saya sering saya tampilkan di twitter (@coachtimo), penuh pihak meminta saya meneka berbagai festival lainnya. Lazimnya saya abaikan atau aku tolak dengan alasan tenang paham hal kekuatan kedua tim. Dalil saya itu senafas dengan tips bayangan berikut.

Trik prediksi 6: Jangan bertahu-tahu. Hindari mencoba-coba membuat antisipasi tanpa dilatar belakangi data dan saran yang indah mengenai menjulang atau persatuan tersebut. Lamun bukan pakarnya English Premiere League, contohnya, hindari menghasilkan prediksi mengenai MU vs Chelsea. Kita mustahil sebagai pakar mengenai semua perhubungan yang terselip. Akui aja.

prediksi bola inggris Tips perkiraan 7: Kalian juga bukan seharusnya menenung setiap perbandingan. Ada waktunya pertandingan amat sulit diprediksi. Analisa Engkau deadlock. Prosentase kemenangan untuk kedua menjulang menurut Anda 50-50. Pada waktu sudah begitu tahan diri, hindari mendesak diri memproduksi prediksi. Secara demikian prosentase kejituan prediksi anda bakal meningkat.

Tetap banyak pertimbangan lainnya yang bisa dan patut digunakan dalam menciptakan sebuah bayangan yang berkelas. Karena keterbatasan tempat hamba berhenti datang di sini dulu.

Ingat: satu buah prediksi yang berkelas bukan melulu ditentukan oleh petunjuk prediksi tersebut. Sebuah dugaan yang berkelas, baik resmi maupun salah, seharusnya dinilai dari reason atau pembawaan analisa yang ada dalam belakangnya.

Comments


Free homepage created with Beep.com website builder
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!